Perjalanan ke Kakaban ini sebenernya perjalanan bonus. Rencana awal, kami cuma ke Derawan aja, karena rencana perjalanan ini cuma semalam. Bahkan bisa dibilang, kurang dari 24 jam. Namun, setelah sesorean kami main di Derawan, seru-seruan di pantai dan lautnya yang jernih, kami mulai ingin mengeksplorasi lebih jauh. Dan muncullah, ide : Danau Kakaban.
Persoalan berikutnya adalah : naik apa? Karena boat yang kami sewa hanya mempunyai cadangan bahan bakar yang cukup untuk perjalanan pulang dari Derawan ke Tanjung Redeb. Dan boat kami pakai bensin, dan di Derawaan gak ada penjual bensin, karena rata-rata boat di sana pakai solar. Tapi, ada satu temen yang kebetulan waarga Berau, punya ide untuk menyewa boat lain dari penduduk lokal Derawan.
Menuju ke Danau Kakaban ini, bisa naik speedboat dari
Derawan, kira-kira selama 1 jam. Pastikan perut gak dalam keadaan
kosong sama sekali, apalagi kalau speedboat yang digunakan adalah
speedboat kecil, seperti speedboat yang kami pakai. Hempasan gelombang laut lepas sama sekali tidak ramah, bikin mual luar biasa. Sewa speedboat kecil dari Derawan sekitar 3
juta, yang bisa muat untuk 10 orang. Pastiin sarana keselamatan (jaket pelampung, kompas, dll) ada di speedboat ya.
Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, bagian dari Kepulauan Derawan yang cantik di Kalimantan Timur. Luasnya 774 hektar, dan pulau ini gak berpenghuni. Dikepung oleh hutan Kalimantan yang khas dengan pohon-pohon raksasanya, pulau ini seperti sengaja menyembunyikan kecantikannya : Danau Kakaban. Bayangin, hutan Kalimantan yang begitu maskulin dan kelihatan misterius, ternyata membungkus sebuah danau cantik. Bagai Ksatria gagah yang melindungi kekasih hatinya (..halah..).
Setelah masuk hutan, anak tangga kayu akan menuntun kita ke pintu "dunia lain". Pohon-pohon kukuh yang menjulang tinggi segera tergantikan oleh selimut hutan bakau yang tumbuh menjangkau sampai kedalaman Danau Kakaban. Beneran pemandangan yang memukau. Gak perlu lah itu segala polesan make up, Danau Kakaban nya sendiri memang sudah cantik luar biasa.
Perjalanan yang lumayan memacu adrenalin, beneran sepadan sama apa yang kita lihat di Kakaban. Meski kami gak bisa lama-lama karena langit mulai gelap, dan kata tukang perahunya, sebentar lagi akan badai, kami bergegas kembali ke speedboat untuk kembali ke Derawan. Dan benar, di tengah laut, kami dihantam badai. Lumayan bikin lutut lemes dan pasrah deh, karena memang saat itu ombak lumayan besar dan air laut (plus air hujan) masuk ke boat.
Tapi Alhamdulillah, kami selamat sampai Derawan. Dan tentu saja, bertekad kembali ke Kakaban suatu hari nanti.

Komentar
Posting Komentar